Alhikam Maqolah 88
Syech Ibnu Athoillah dawuh :
٨٨- مَنْ عَبَدَهُ لِشَيْءٍ يَرْجُوْهُ مِنْهُ أوْ لِيَدْفَعَ بِطَاعَتِهِ وُرُوْدَ الْعُقُوْبَةِ عَنْهُ فَمَا قَامَ بِحَقِّ أَوْصَافِهِ.
"Barang siapa menyembah Allah karena mengharap sesuatu, atau untuk menolak siksa atas dirinya, maka dia belum menunaikan kewajiban terhadap sifat sifat Allah."
-------++++++++
Sebagai hamba Allah kita wajib menghamba dan beribadah hanya kepada-Nya, yg kita tuju juga hanya Allah, bukan karena pahala surga-Nya, atau siksa neraka-Nya.
Allah telah menurunkan wahyu pada Nabi Dawud Dalam kitab zabur disebutkan: Tidak ada yang lebih dholim dari orang yang menyembah-Ku karena surga atau neraka, seandainya saya tidak membuat surga atau neraka, apa Saya (Alloh) tidak berhak untuk disembah?
Rosululloh Saw. dawuh: Janganlah menjadi seorang hamba yang buruk ,jika takut , baru mau bekerja/beribadah. Dan jangan menjadi tukang yg buruk, jika tidak di bayar tidak bekerja.
Sebab sebenarnya Anugerah Allah kepada hamba itu sudah lebih dari yg diharapkan yaitu hidupnya, nafasnya, panca indranya dan kesehatannya dan lain²nya.
Abu Hazim berkata: Saya malu menyembah Allah karena pahala, seperti buruh yg buruk jika tidak dibayar tidak bekerja, atau menyembah karena takut siksa, seperti budak yg curang jika tidak takut siksa, tidak bekerja, tetapi saya menyembah Allah karena cinta kepada-Nya.
Sufyan as-Tsauri minta nasehat kepada Rabi'ah al-Adawiyyah, maka Rabi'ah berkata: Engkau seorang yang baik, dan tingkatkan kebaikanmu, dengan tidak cinta kepada dunia. Wallaahu a'lam..
MENUNTUT ILMU SEMENJAK BUAIAN IBU SAMPAI LIANG LAHAT.
Comments
Post a Comment
TERIMA KASIH ATAS KOMENTAR ANDA.