Skip to main content

Posts

Al Hikam Maqolah 56

Alhikam Maqolah 56 Syech Ibnu Athoillah dawuh: ٥٦- اَلنُّوْرُ لَهُ الْكَشْفُ وَالْبَصِيْرَةُ لَهَا الْحُكْمُ واْلْقَلْبُ لَهُ الْاِقْبَالُ والْاِدْبَارُ. "NUR (Cahaya ilahi ) untuk menampakan . Bashiroh ( mata hati ) untuk menetapkan. Qalbu (hati ) untuk menerima atau menolak. -----++++++ Dengan CAHAYA ,yang palsu nampak palsu, yang asli nampak asli. Yang benar kelihatan benar . Yang buruk tampak buruk. Yang baik tampak baik..itulah kasyaf. Dengan kasyaf itu ,mata hati ( Bashiroh) bisa memastikan dan menetapkan , Iman itu benar kafir itu salah. Taat itu benar ..Maksiat itu salah. Tetapi semua keputusan itu di laksanakan atau di tinggalkan,tergantung HATI. Hatilah yang melaksanakan atau meninggalkan keputusan itu. Kalau Hati menenrima maka keputusan di jalanakan. Kalau hati menolak maka keputusan itu di tinggalkan...Contohnya, Kita yang mendapatkan cahaya ilmu tentang sedekah,jadi ngerti bahwa sedekah itu baik, kikir itu buruk.Setelah tahu , selanjutnya BASHIROH (...

Rosululloh Saw Pemimpin yang Menerangkan bahwa Meminta-minta Boleh di saat Darurat

🕌 *Rosululloh Saw Pemimpin yang Menerangkan bahwa Meminta-minta Boleh di saat Darurat.* أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنْ الْمَسْأَلَةِ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ وَالْيَدُ السُّفْلَى السَّائِلَةُ 👳🏼 Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Nafi'] dari ['Abdullah bin 'Umar] bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: -Beliau menyebutkan tentang sedekah dan enggan untuk meminta-minta-: *"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas adalah orang yang berinfak dan tangan yang di bawah adalah orang yang meminta-minta."* 🧕🏼 Pesan: 1. Kapankah *seseorang boleh meminta-minta* (posisi tangan di bawah)? 2. Benar, *di saat ia sangat miskin, ditimpa musibah dan memikul beban berat di luar bata...

Al Hikam Maqolah 54

Alhikam Maqolah 54 Syech Ibnu Athoillah dawuh : ٥٤- أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدُ لِيُخْرِجَكَ مِنْ سِجْنِ وُجُوْدِكَ إِلَى فَضَاءِ شُهُوْدِكَ "Allah mendatangkan "WARID; kepadamu untuk mengeluarkanmu dari penjara wujudmu dan membawamu ke angkasa penyaksianmu ." ----+++++++ Makna “penjara wujud” ialah kungkungan sifat-sifat kita, yang menghambat penyaksian Kepada Alloh., ibarat penjara yang membatasi gerak para narapidana. Maksud “angkasa penyaksian” adalah kesempatan kita, menyaksikan Alloh. Ia diumpamakan dengan ruang angkasa yang tiada batas dan tanpa ada yang menghalangi pandangan mata. Ada Ulama ' berkata: “Penjaramu adalah dirimu sendiri. Jika kau keluar dari sana, kau akan mengalami kebahagiaan yang abadi.” Hikmah ini menegaskan bahwa pemilik "WARID" itu hanya satu. Yaitu Alloh. Demikian pula buahnya, yaitu datang ke Hadirat-Nya. Hikmah ini juga bisa diartikan bahwa Allah selalu melimpahkan "Warid "ۢ agar kita sampai kepada-Nya. D...

Al Hikam Maqolah 53

Alhikam Maqolah 53 Syech Ibnu Athoillah dawuh : ٥٣- أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِيَتَسَلَّمَكَ مِنْ يَدِ الْأَغْيَارِ وَ لِيُحَرِّرَكَ مِنْ رِقِّ الْآثَارِ "Allah mendatangkan " WARID " kepadamu, untuk menyelamatkanmu dari cengkeraman materi dan membebaskanmu dari perbudakan hawa nafsu." ------+++++++ Materi dan hawa nafsu akan merampas kebebasanmu bila kau begitu mencintai dan bergantung padanya. Oleh karena itu, Allah memberimu " WARID " yang dapat menyelamatkanmu dari cengkeraman materi dan membebaskanmu dari perbudakan hawa nafsu. Dengan begitu, tak akan ada lagi kesempatan bagi makhluk untuk menguasaimu sehingga kau hanya pasrah kepada Allah dan layak untuk hadir ke hadapan-Nya.

Al Hikam Maqolah ke 52

 Alhikam Maqolah 52 Syech Ibnu Athoilkah dawuh: ٥٢- اِنّمَا اَوْ رَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِتَكوْنَ بِهِ اِلَيْهِ وَارِدًا "Allah mendatangkan " WARID " kepadamu ,tak lain agar kau mendatangi-Nya."  ------+++++++" Yang dimaksud dengan "WARID" adalah : Ilmu dan cahaya pengetahuan, atau kemauan yang datang dari Allah, langsung , bukan dari pikiran dan  keinginan . Atau cahaya yang membuat hati lapang dan bersinar terang. Dengannya, hati bisa melihat kebenaran sebagai kebenaran dan melihat kebatilan sebagai kebatilan. Atau  juga merupakan penampakan Ilahi yang masuk ke dalam hati meski seorang hamba tidak merasakannya karena keburukan sifat-sifat kemanusiaannya. Terkadang, WARID disebut juga dengan hal (keadaan batin). Semuanya datang kepadamu agar kau bisa menuju ke hadirat Ilahi. Namun, untuk sampai ke hadirat Allah, hati harus bersih dan suci dari segala kekotoran. Termamsuk bersih dari pengakuan pengkuan diri...La haula walaquwwata illa billah.

MENUNDUKKAN SYAHWAT DUNIAWI

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀 Saudaraku, Mayoritas manusia saat ini tidaklah begitu mengenal jati dirinya yang sebenarnya, padahal Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sendiri mengingatkan bahwa mengenal diri sendiri adalah langkah pertama dalam mengenal Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhan seluruh alam. Sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yang disebutkan dalam hadits, مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ  “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya." Dari hadits tersebut kita bisa mengetahui bahwa mengenal diri sendiri sangatlah penting bagi kita karena dengan mengenal dirinya sendiri sebagai manusia ciptaan Allah Azza wa Jalla dapat menundukkan syahwat duniawi... Saudaraku, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhamad al-Ghazali dalam kitabnya _Kîmiya’us Sa‘adah_ mengatakan bahwa mengenal diri ( _ma‘rifatun nafs_) adalah kunci u...

Menyikapi Fenomena Fitnah Akhir Zaman (Pena Al-Katibiy

Menyikapi Fenomena Fitnah Akhir Zaman (Pena Al-Katibiy, 12-03-2022) 📝 Kyai Achmad Imron Rosidi (@ibnu_alkatibiy) Banyak kejadian menjelang fenomena besar maka jangan panik, tetap sabar dan pasrah kepada Allah SWT. serta terus berpegang teguh kepada ulama-ulama saleh yang sudah jelas madad barokahnya bahkan diakui oleh orang saleh lainnya sehingga orang bisa mengenalnya dan nampak kebaikan ataupun manfaat dari murid-muridnya. Ketika kamu menyangka fenomena ini berhenti, kamu perlu sadar bahwa akan terus ada bermunculan fenomena yang baru sampai nanti tiba sang fitnah besar. Ketahuilah dengan benar bahwa para ulama saleh mengetahui prinsip dari Al-Qur'an dan Hadis dengan penjelasan muktabar. Nabi bersabda,  اني قد حدثتكم عن الدجال، واني خشيت *الا تعقلوا*.... *"Aku sungguh telah menginformasikan kepadamu tentang dajjal, tetapi aku khawatir kamu tidak berakal saat itu..",* artinya kamu tidak menggunakan akalmu sehingga tidak bisa membedakan mana kebatilan dan mana kebenaran ...