Alhikam Maqolah 56 Syech Ibnu Athoillah dawuh: ٥٦- اَلنُّوْرُ لَهُ الْكَشْفُ وَالْبَصِيْرَةُ لَهَا الْحُكْمُ واْلْقَلْبُ لَهُ الْاِقْبَالُ والْاِدْبَارُ. "NUR (Cahaya ilahi ) untuk menampakan . Bashiroh ( mata hati ) untuk menetapkan. Qalbu (hati ) untuk menerima atau menolak. -----++++++ Dengan CAHAYA ,yang palsu nampak palsu, yang asli nampak asli. Yang benar kelihatan benar . Yang buruk tampak buruk. Yang baik tampak baik..itulah kasyaf. Dengan kasyaf itu ,mata hati ( Bashiroh) bisa memastikan dan menetapkan , Iman itu benar kafir itu salah. Taat itu benar ..Maksiat itu salah. Tetapi semua keputusan itu di laksanakan atau di tinggalkan,tergantung HATI. Hatilah yang melaksanakan atau meninggalkan keputusan itu. Kalau Hati menenrima maka keputusan di jalanakan. Kalau hati menolak maka keputusan itu di tinggalkan...Contohnya, Kita yang mendapatkan cahaya ilmu tentang sedekah,jadi ngerti bahwa sedekah itu baik, kikir itu buruk.Setelah tahu , selanjutnya BASHIROH (...
MENUNTUT ILMU SEMENJAK BUAIAN IBU SAMPAI LIANG LAHAT.