Skip to main content

RENDAH DIRI SUATU AKHLAQ MULIA

Alhamdulillah Segala puji milik yang Maha Kuasa atas segala karuniaNya yang telah diberikan kepada kami sehingga kami telah menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin..
Sholawat dan salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai hamba yang menempuh sebuah jalan menuju kepada Allah (Salik). Hal-hal yang berhubungan dengan adab harus diperhatikan antara lain adalah tawadhu’. Dikatakan Tawadhu’ adalah anugrah Allah yang tidak pernah diiri dengki orang dan kesombongan adalah penderitaan yang tidak membangkitkan belaskasihan. Kemuliaan terletak pada sikap tawadhu’ dan orang mencari kemuliaan dalam kesombongan tidak akan pernah mendapatkannya.
Abu Yazid ditanya, Bisahkah seseorang mencapai sifat Tawadhu’?
Dijawabnya, jika ia tidak menisbatkan dirinya pada sesuatu maqom dan haal, serta menganggap bahwa tidak seorang pun diantara umat manusia didunia ini yang lebih buruk dari dirinya.
Tawadhu’ atau Rendahdiri itu ada didalam Hati, dan ketika salah seorang sufi melihat seorang laki-laki yang memperlihatkan sikap rendahhati dalam prilaku lahiriahnya saja, dengan mata yang memandang kebawah dan bahu yang rendah ia berkata kepadanya “Wahai sahabat Rendahdiri itu disini, sambil menunjuk di dadanya, bukan disini, sambil menunjuk bahunya.
Allah juga berfirman dalam Al-qur’an yang artinya “Hamba-hamba Ar-Rohan yaitu orang-rang yang berjalan di muka bumi ini dengan sikap rendahdiri”, Artinya Hamba-hamba Allah itu berjalan dimuka bumi dengan penuh husyu’ dan tawadhu’.
Rasa rendahdiri (tawadhu’) itu dihadapan Allah itu memang sebuah akhlaq yang terpuji yang tidak hanya dilakukan oleh manusia, bahkan makhluq lain pun harus tawadhu’ dihadapan Allah seperti yang di wahyukan oleh Allah kepada gunung “Hai Gunung-gunung, Aku akan berbicara dengan seorang Nabi disalah satu puncak diantaramu. Maka gunung-gunung berlomba-lomba meninggalkan diri dengan sombongnya. Sedangkan Gunung Thurusina justru merendahkandiri dengan penuh kerendahanhati. Maka Allah SWT lalu berbicara kepada Nabi Musa as dipuncak gunung ini (Thurusina) dikarenakan tawadhu’nya. Contoh lain ketika Allah SWT menenggelamkan kaum Nabi Nuh as Gunung-gunung bersikap congkak dan meninggikan diri tetapi bukit judy merendahkan dirinya karena itu Allah SWT menjadikan sebagai tempat mendaratnya perahu Nabi Nuh as.

Comments

Popular posts from this blog

Alala Tanalul ilma

Bagi yang sudah pernah ngaji di pesantren, atau pernah diajar sama lulusan pesantren, atau pernah ngaji di diniyah/madrasah, tentu kenal banget dengan kitab adab ta’limul muta’allim dan akhlaq yang bagus banget ini. Kitab ini berisi nadhom-nadhom yang diartikan dalam bahasa jawa, arti dan penjelasannya bener-bener sangat mengena dan bisa memperbaiki akhlak anak yang belajar mengaji. Saat ini sudah tersedia kitab alala Pdf yang bisa kalian download di Internet, dan kalau kalian baca kitab ini, meskipun singkat, tapi isinya sebenarnya penting banget buat dipelajari bagi anak-anak kecil yang belajar mengaji. Rasul sendiri diutus untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak. Ibadah setiap hari tanpa dibarengi dengan perbaikan akhlak adalah salah satu tanda bahwa ibadah yang kita lakukan ada yang salah sehingga hanya terjebak pada formalitas ibadah, bukan mengena pada substansinya. Pengarang kitab Alala sendiri tidak dicantumkan di dalam kitab-kitab alala yang selama ini dipelajari, dan ...

Al-hikam Maqolah 80

Alhikam Maqolah 80 Syech Ibnu Athoillah dawuh : ٨٠- مَتٰى فتَحَ لكَ باَبَ الفـَهْمِ فِي المَنْعِ عاَدَ المَنْعُ هُوَ عَيْنُ العطاَءِ "Apabila Allah telah membukakan pengertian (faham) tentang pencegahannya-Nya, maka berubahlah pencegahan itu hakikatnya menjadi Anugerah Nya." -----++++++"" Sesuatu yg sangat menghalangi perjalanan keruhanian seorang murid adalah keinginan diri sendiri. Dia berkeinginan sesuatu yg menurutnya akan membawa kebaikan pada dirinya sendiri. Keinginan atau hajat keperluannya itu mungkin tentang dunia, akhirat atau hubungan dengan Allah Ta'ala. Jika hajatnya tercapai dia merasa menerima karunia dari Allah. Jika hajatnya tidak dikabulkan dia akan merasa itu sebagai perlawanan Allah, dan merasa jauh dari Allah. Orang yang berada pada peringkat ini selalu mengutamakan permintaan atau doa makbul, dengan kemuliaan di sisi Allah. Jika Allah mengabulkan permintaannya, dia merasa itu adalah tanda dia dekat dengan-Nya. Jika permintaannya ditolak di...

Awas Bahaya Petir !!!! bagi komputer

Di musim hujan begini kita perlu waspada terhadap petir yang seringkali muncul....dan bagi rekan-rekan jangan sekali-kali menyalakan pesawat / Tv atau komputer atau Internet ....bahaya sekali. Pengalaman saya pernah internet saya kena petir tapi saya masih bersyukur tidak sampai merusak komputer saya. Waktu itu kira-kira pukul 04.30 sore hujan lebat disertai angin dan petir..uh rasanya menyeramkan.....tiba-tiba terdengar bunyi petir sangat keras di atas rumah saya..saya mengira tidak terjadi apa-apa dengan benda-benda disamping saya..soalnya saya matikan semua baik telivisi, komputer, radio....namun apa yang terjadi ternyata meskipun komputer saya dalam keadaan mati begitu pula internet saya. eh ,eh..pada waktu setelah maghrib kira-kira jam 7.00 malam dan hujan sudah reda..aku co ba nyalakan internet...apa yang terjadi ???? ternyata saya sudah ngak bisa menyalahkannya...alias modem saya kena petir..uh..uh...memang sih ngak ketara...ngak ada bekas gosongnya, namun sudah ngak ...